Juni 10, 2025 Nama-Nama Keju Populer dan Perbedaannya

Nama-Nama Keju Populer dan Perbedaannya

Saat berkunjung ke restoran yang menyajikan makanan Barat, mungkin kamu pernah melihat berbagai macam nama keju yang disajikan berbeda-beda. Sebetulnya, apa yang membedakan keju satu dengan yang lainnya? Untuk kamu para pecinta keju, yuk, cari tahu apa saja perbedaan keju-keju populer dan bagaimana cara penyajiannya.

Keju Gouda

Keju gouda berasal dari susu kambing, keju dengan tekstur lembut dan agak keras. Rasanya sedikit manis dan semakin kuat tergantung dari umur kejunya. Keju gouda cocok untuk disajikan meleleh bersama roti lapis, buah-buahan, atau wine. Kadar laktosa-nya rendah, sehingga mudah dicerna.

Keju Ricotta

Keju ricotta memiliki tekstur yang creamy dan lembut. Rasanya sedikit manis dan ringan. Umumnya digunakan di hidangan pencuci mulut, bersama pasta, atau sebagai olesan. Kasar proteinnya lumayan tinggi, dan tekstur yang creamy cenderung mengandung banyak laktosa.

Keju Mozarella

Keju ini populer digunakan dalam banyak masakan Italia. Teksturnya lembut dan mudah meregang seperti karet. Dalam temperatur rendah, mozarella bisa berubah kaku. Jadi, kalau kamu ingin menyajikan mozarella yang meregang, tetapkan dalam suhu hangat. Keju mozzarella mengandung banyak kalsium dan probiotik, cocok untuk makanan sehat seperti salad.

Keju Parmesan

Keju parmesan juga dikenal sebagai parmigiano-reggiano di Italia. Teksturnya keras, dengan rasa gurih dan sedikit kekacangan. Umumnya disajikan dalam bentuk topping parut untuk tambahan tekstur, aksen, sekaligus rasa. Keju parmesan mengandung banyak protein dan sedikit laktosa, membuatnya mudah untuk dicerna.

Keju Brie

Keju brie berwarna putih dengan tekstur seperti mentega. Ketika dipanaskan, keju brie memiliki tekstur creamy. Rasanya sedikit seperti jamur dan kacang, dan mengandung banyak lemak. Umumnya, keju ini disajikan bersama kacang-kacangan, buah-buahan, atau wine.

Keju Edam

Keju edam terlihat unik karena penyimpanannya yang dilapisi lilin merah. Keju ini dinamakan Edam karena pertama kali dibuat di Edam, Belanda. Keju edam memiliki kadar lemak yang sangat rendah dibandingkan keju lainnya karena dibuat dari susu skim/low-fat. Keju edam memiliki tekstur yang lembut dan baunya tidak menyengat, cocok untuk membuat hidangan keras seperti kastengel, stik keju, atau nastar.

Nah, bagaimana, sudah mengenal perbedaan keju? Jika kamu ingin mengeksplor berbagai macam keju di negara Eropa, jangan lupa membuat asuransi untuk visa Schengen, agar eksplorasi kuliner lancar tanpa hambatan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *